Saturday, 8 November 2014

PERKEMBANGAN FISIK DAN KOGNITIF DIMASA KANAK-KANAK AWAL

PERKEMBANGAN FISIK DAN KOGNITIF DIMASA KANAK-KANAK AWAL
(Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah PsikologiPerkembangan)
                               Dosen Pengampu:Girivirya.M.Pd.CHT-QHI


logo-stabn-JPEG



Oleh:
1.    Adi Budaya
2.    Rani Damayanti

Jurusan Dharmacarya II



SEKOLAH TINGGIAGAMA BUDDHA NEGERI SRIWIJAYA
TANGERANG-BANTEN
2014




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perubahan fisik yang secara nyata menandai masa kanak-kanak awal adalah pertumbuhan didalam hal tinggi dan berat tubuh. Didalam masa kanak-kanak terdapat beberapa berkembangan diantaranya perkembangan fisik dan perkembangan kognitif. Perkembangan dan perubahan fisik pada masa kanak-kanak menyangkut pada perkembangan otak dan perkembangan motorik pada anak.
Pada masa perkembangan kanak-kanak, perubahan pada anak sangatlah berpengaruh pada perkembangan anak. Perkembangan pada anak biasanya terjadi pada usia awal. Kebiasaan makan merupakan suatu aspek yang sangat penting bagi perkembangan anak pada usia awal. Segala sesuatu yang dimakan oleh anak mempengaruhi pertumbuhan kerangka tulang, bentuk tubuh, dan kerentanan terhadap penyakit.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perkembangan fisik dan kognitif pada anak?
2.      Sebutkan dua ketrampilan motorik pada masa perkembanagan kanak-kanak!
C.    Tujuan
1.      Mengetahui perkembangan fisik dan kognitif pada anak.
2.      Dapat menyebutkan macam-macam ketrampilan pada masa perkembangan kanak-kanak.



BAB II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN FISIK DAN KOGNITIF DI MASA KANAK-KANAK AWAL
A. Perubahan Fisik
 1. Pertumbuhan dan Perubahan Tubuh
Perubahan fisik yang secara nyata menandai masa kanak-kanak awal adalah pertumbuhan didalam hal tinggi dan berat tubuh. Secara tidak ketara pada masa ini juga terjadi perubahan didalam otak dan sistem saraf yang penting bagi perkembangan kognisi dan bahasa anak-anak.
a.       Tinggi dan berat
Dimasa kanak-kanak awal, rata-rata anak bertambah tinggi 21/2 inci dan bertambah berat 5 hingga 7 pon setiap tahunnya.ketika usia mereka bertambah, presentase peningkatan tinggi dan berat tubuh menurun setiap tahunnya (Darah, Senthilselvan, dan Magill-Evans, 2009). Selama tahun-tahun ini, tubuh anak-anak perempuan hanya sedikit lebih kecil dan sedikit lebih ringan dibandigkan tubuh anak laki-laki, perbedaan yang terus berlanjut hingga masa pubertas.
b.      Otak
Salah satu perkembangan fisik terpenting dimasa kanak-kanak awal adalah perkembangan otak dan berbagai bagian lain dari sistem saraf secara terus menerus. Meskipun perkembangan otak yang berlangsung dimasa kanak-kanak awal tidak secepat seperti yang berlangsung dimasa bayi, perkembangan ini menghasilkan perubahan anatomi yang berarti. Ketika anak berusia tiga tahun, ukuran otak3/4ukuran otak dewasa. Ketika berusia enam tahun, otak telah mencapai sekitar 95% ukuran otak dewasa sehingga otak anak berusia lima tahun hampir menyeruapi ukuran otak anak tersebut ketika dewasa.
Peneliti juga telah menemukan bahwa otak anak-anak menglami perubahan anatomi secara drastis antara usia tiga hingga limabelas tahun (Gogtay & Thompson, 2010; Thompson dkk, 2000). Dengan memindai otak beberapa anak secara berulang selama 4 tahun, para peneliti menemukan bahwa otak anak-anak mengalami pertumbuhan yang cepat dan tertentu penyebarannya. Jumlah materi otak dibeberapa area dapat meningkat hampir dua kali lipat selama kurang dari 1 tahun . dilanjutkan dengan berkurangnya jaringan secara drastis ketika sel-sel  yang tidak diperlukan dibersihkan dan otak terus mengorganisasi dirinya sendiri.

2.      Perkembangan Motorik
Yaitu sebagian besar anak-anak akan mengalami keaktifan yang sama sepanjang hidup mereka.
a.       Ketrampilan Motorik Kasar
Seorang anak tidak lagi berusaha keras hanya untuk berdiri tegas dan berjalan keliling. Ketika anak dapat melangkahkan kakinya secara lebih yakin dan bertindak deangan tujuan tertentu, dengan sendirinya anak akan melakukan aktifitas keliling dilingkungannya. Ketika berusia 3 tahun anak-anak gemar melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti meloncat serta berlari kedepan dan kebelakang, semua ini dilakukan untuk sekedar menyenangkan hati ketika menampilkan aktifitasnya.
Pada usia 4 tahun anak-anak masih menikmati berbagai aktifitas sejenis, namun kini mereka menjadi lebih berani. Mereka memanjat alat gymnasium yang rendah untuk memperlihatkan kemampuan atletiknya.
b.      Kerampilan Motorik Halus
Diusia 3 tahun kadang-kadang  anak-anak sudah mampu memungut objek-objek yang paling kecil dengan menggunakan ibi jari dan telunjuknya, meskipun masih canggung. Seorang anak 3 tahun secara tidak sangka dapat membangun menara yang tinggi dengan menggunakan balok
Pada usia 4 tahun  koordinasi motorik halus anak sudah memperlihatkan kemajuan yang bersifat substansial dan ia juga menjadi lebih cermat.
3.      TIDUR
Para ahli merekomondasikan agar anak-anak tidur selama 11 hingga 13 jam setiap malam . sebagian besar anak-anak kcil tidur sepanjang malamdan satu kali tidur siang. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa penolakan terhadap waktu tidur berkaitan dengan masalah prilaku atau hiperaktifitas pada anak-anak. Anak-anak dapat mengalami sejumlah masalah tidur, termasuk narcolepsy (rasa mengantuk yang extrem disiang hari), isomnia ( sulit tidur atau selalu terjaga), dan mimpi buruk.
4.      Nutrisi dan Olahraga
       kebiasaan makan merupakan aspek yang penting bagi perkembangan dimasa kanak-kanak awal . segala sesuatu yang dimakan oleh anak mempengaruhi pertumbuhan kerangka tulang, bentuk tubuh, dan kerentanan terhadap penyakit. Olahraga dan aktifitas fisik pun penting dalam kehidupan anak-anak.
a.       Anak yang Kegemukan
Kelebihan berat tubuh dapat menjadi masalah yang serius dimasa anak-anak awal. Studi nasional terbaru mengungkap bahwa 45% menu makanan anak-anak terlalu banyak mengandung lemak transgenik dan lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan resiko penyakit jantung. Perilaku makan anak-anak sangat dipengaruhi oleh perilaku orang tua mereka. Perilaku makan anak-anak membaik ketika orang tua makan bersama anak-anak mereka dengan jadual tertentu, makan sehat, menjadikan suasana makan menyenangkan, dan melakukan berbagai gaya dalam membuat makanan. Berbagai gangguan seperti televisi, argumentasi keluarga, dan aktivitas persaingan harus dikurangi agar anak-anak berfokus pada kegiatan makan.
b.      Olahraga
Aktifitas yang rutin sebaiknya dilakukan sehari-hari bagi anak-anak. Rekomendasi bagi aktifitas fisik anak adalah 2 jam perhari, tediri dari 1 jam aktifitas terstruktur dan 1 jam aktifitas yang tidak terstruktur. Berikut adalah studi penelitian terbaru yang mempelajari olahraga dan aktifitas anak:
·    Observasi anak-anak prasekolah usia 3 hingga 5 tahun selama bermain diluar ruangan mengungkap bahwa anak-anak praseakolah sebagian besar hanya bersantai bahkan ketika bermain di luar ruangan.
·    Aktivitas fisik anak-anak prasekolah di perkuat oleh keterlibatan anggota keluarga dalam kegiatan berolahraga bersama dan oleh persepsi orang tua bahwa anak-anak aman bermain diluar rumah.
·    Kurikulum aktivitas fisik yang memadukan ‘’bermain dan belajar’’ meningkatkan level aktivitas anak usia 3 hingga 5 tahun di program prasekolah setengah hari.
c.       Malnutrisi pada anak-anak dari keluarga dengan sosial-ekonomi rendah
Salah satu masalah nutrisi yang paling umum dihadapi kanak-kanak awal adalah masalah anemia yang terkait dengan kekurangan zat besi, dimana kondisi nini mengakibatkan kelelahan kronis. Masalah ini di sebabkan oleh kurangnya konsumsi daging dan sayuran hijau. Bebanyakan anak-anak kecil yang berasal dari keluarga dengan tingkat penghasilan rendah cenderung mengalami anemia yang terkait dengan kekurangan zat besi.
5.      Penyakit dan Kematian
   Di Amerika Serikat, kecelakaan kendaraan bermotor menjadi penyebab terbesar dari kematian anak-anak, disusul oleh kanker dan penyakit pembuluh jantung (National Vital Statistics Reports, 2004). Disamping itu, juga terdapat kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lainnya, seperti tenggelam, jatuh, luka bakar, dan keracunan (Bessey dkk, 2006).
   Salah satu keadaan rumah yang membahayakan kesehatan anak-anak adalah orang tua yang merokok. Hampir 22% dari anak-anak dan remaja di amerika serikat terekpose asap tembakau dirumah. Kini semakin banyak studi yang menyatakan bahwa anak-anak memiliki resiko untuk mengalami masalah kesehatan jika mereka tinggal di rumah yang orang tuanya merokok. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa paparan asap rokok terkait dengan gangguan tidur anak-anak, termasuk gangguan pernapasan ketika tidur. Diperkirakan sekitar 3 juta anak-anak di AS dengan usia dibawah 6 tahun beresik terkena racun timah. Selain keracunan timah, anak-anak dari keluarga sosial-ekonomi rendah di AS menghadapi masalah kesehatan lainnya dan sering kali tidak memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai, ketika orang tua mereka tidak memiliki asuransi kesehatan. Anak-anak dari keluarga miskin memiliki angka kecelakaan, kematian, dan penyakitasma yang lebih tinggi daripada anak-anak dari keluarga berpenghasilan tinggi.
6.      Kondisi Sakit dan Sehat dari Anak-Anak Sedunia
   Setiap tahun UNICEF memberikan sebuah sebuah laporan yang berjudulThe State of the world children. Dampak mematikan dari kesehatan anak-anak terjadi di negara-negara dengan tingkat kemiskinan yang tinggi ( UNICEF 2010) orang miskin menjadi mavoritas di hampir satu dari setiap lima negara didunia. Kematian anak-anak diseluruh dunia dapat dicegah dengan mengurangi kemiskinan dan meningkatkan nutrisi, sanitasim pendidikan, serta layanan kesehatan (UNICEF 2006, 2010).
B. Perubahan Kognitif
     Pembahasan mengenai perkembangan kognitif di masa kanak-kanak awal memfokuskan pada tiga teori: teori piaget, teori vygotsky, dan teori pemrosesan informasi.
a.    Tahap Praoperasional Piaget
Tahap Praoperasional (preoperational stage), yang berlangsung dari usia 2 hingga 7 tahun, tahap kedua menurut piaget. Dalam tahap ini, anak-anak mulai merepresentasikan dunia dengan menggunakan kata-kata. Pada saat yang bersamaan, dunia kognitif anak kecil didominasi oleh egosentrisme keyakinan magis.
Karena oleh Piaget tahap ini disebut “praoperasional”, maka seolah-olah periode ini merupakan periode menunggu yang tidak penting. Hal ini tidak benar. Meskipun demikian, lebel praoperasional memberi penekanan bahwa anak belum melakukan operasi (operation), yaitu aktivitas mental yang baik, yang memungkinkan anak-anak untuk membayangkan hal-hal yang dulunya hanya dapat dilakukan secara fisik.
                        Subtahap Fungsi Simbolik subtahap fungsi simbolik (symbolik funcion substage) merupakan subtahap pertama dari pemikiran paroprrasional, yang terjadi antara usia 2 hingga 4 tahun. Dalam subtahap ini, anak kecil memeperoleh  kemampuan untuk membayangkan penampilan objek yang hadir secara fisik. Kemampuan ini secara cepat dapat memperluas dunia mental anak (carlson & zelazo ,2008). Anak-anak kecil menggunakan coretan coretan untuk mereprentasikan manusia, rumah,mobil, awan,dan sebagainya; mereka mulai menggunakan bahasa dan terlibat dalam permainan pura-pura. Meskipun di dalam sub-tahap ini anak-anak kecil sudah membuat kemajuan yan g berarti, pemikiran mereka masih terbatas; dan bentuk keterbatasan ini adalah egosentrisme dan animisme.
                        Egosentrisme (egosentrism) adalah ketidak mampuan membedakan antara perspektifnya sendiri  dan perspektif orang lain. Piaget dan Barbel  Inhelder (1969) awalnya mempelajari  egoseantersme  anak-anak kecil dengan membagi tugas mengenai tiga gunung.
                        Animisme (animism), keterbatasan lain dari pemikiran praopresional, adalah keyakinan bahwa benda-benda mati memiliki kualitas yang seolah-olah hidup dan mampu bereaksi. Seorang anak kecil mungkin memperlihatkan animisme ketika  mengatakan,’’Pohon itu mendorong daun , sehingga pohonnya jatuh,’’ atau’’ Trotoar itu membuat saya marah; tritoaritu membuat saya jatuh .’’ seorang anak kecil yang mengunakan animisme sulit membedakan antara peristiwa-peristiwa yang tepat bagi penggunaan perspektif manusia dan bukan manusia.
            Hal itu mungkin disebabkan anak-anak kecil tidak terlalu menatuh perhatian pada realitas; hasil gambar mereka bersifat khayalan dan berdaya-cipta. Matahari  yang berwarna biru, langit yang berwarna kuning , dan mobil yang melayang di awan, semuanya adalah dunia simbolis dan imajinatifnya. Seorang anak tiga setengah tahun melihat hasil coretannya  yang baru saya selesai digambarnya  kemudian  mendeskripsikannya sebagai seekor perilaku  yang sedang mencium seekor anjing laut.
                        Subtahap Berpikir Intutif  adalah subtahap kedua dari berpikir prapresional dan berlangsung ketika  anak berusia antara 4 hingga 7 tahun.  Pada subtahap ini anak-anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin mengetahui jawaban terhadap setiap jenis pernyataan. Seorang anak yang berusia 4 tahun dan berada di subtahap berfikit intutif. Meskipun ia mulai mengembangkan ide-idenya sendiri mengenai dunia dimana ia tinggal, idenya masih sederhana , dan ia belum terlalu baik dalam menyelesaikan masalah .Ia memiliki kesulitan dalam memahami peristiwa-peristiwa yang terjadi namun tidak bisa melihatnya.
            Pemusatan dan Keterbatasan Pemikiran Praopresional salah satu adalah pemusatan, yakni memusatkan atensi pada sebuah katakteristik sehingga mengesampingkan karakteristik lainnya. Pemisatan adalah gejala yang paling jelas muncul pada anak-anak kecil yang belum memiliki konserfasi , yakni kesadaran bahwa mengubah suatu objek atau suara substansi tidak mengubah properti dasarnya . sebagai contoh , orang dewasa pasti memahami betul bahwa cairan akan tetap sama meskipun bentuk wadahnya berbeda . hal ini tidak jelas bagi anak-anak kecil,mereka justru terpaku pada ketinggian cairan yang berada dalam wadah; mereka memfokuskan karakteristik wadah sehingga mengesampingkan karakteristik lainnya.
b.      Teori Vygotsky’s
Teori Piaget merupakan teori perkembangan yang utama. Teori perkembangan lain yang berfokus koqnisi anak-anak adalah teori vygotsky’s. seperti piaget vygotsky (1962) menekankan bahwa anak-anak secara aktif membangun pengetahuan dan pemahamannya. Sedangkan menurut teori piaget anak-anak mengembangkan cara berfikir dan memahami melalui tindakan dalam interaksi mereka dengan dunia secara fisik. Perkembangan koqnitif anak tergantung pada perangkat yang disediakan oleh lingkungan , dan pikiran mereka dibentuk oleh konteks kultural di mana mereka tinggal (Gredler, 2008; Holzman, 2009). Di bab 1, kami mendeskripsikan beberapa gagasan dasar mengenai teori vygotsky’s disini kita akan melihat lebih dekat ide-ide tentang pandangan mengenai peran bahasa dalam perkembangan koqnitif.

Ø Zona Perkembangan Proksimal  
Keyakinan vygotsky’s mengenai pentingnya pengaruh-pengaruh sosial khususnya instruksi dalam perkembangan koqnitif anak-anak tercermin didalam kosepnya yaitu zona perkembagan proksimal. Dengan istilah rentang tugas-tugas yang terlalu sulit bagi anak untuk dikuasai sendiri nnamun dapat dipelajari melalui bimbingan atau bantuan dari orang dewasa atau anak-anak yang lebih terampil. ZPD menangkap keterampilan koqnitif anak yang berada didalam proses pematangan dan dapat dicapai melalui bantuan dari orang dari orang yang lebih terampil.
Ø Scaffolding
Scaffolding berarti mengubah level dukungan. Sepanjang sesi pengajaran, seorang yang lebih terampil (guru atau kawan yang lebih pandai) dapat menyesuaikan besarnya bimbingan yang diberikan, dengan prestasi anak. Ketika siswa mempelajari suatu tugas baru, orang yang terampil dapat menggunakan intruksi langsung. Seiring dengan meningkatnya kompetensi siswa, bimbingan dapat dikurangi.
Ø Bahasa dan pemikiran
Menurut vygotsky, tujuan dari percakapan yang dilakukan anak-anak sebetulnya tidak hanya untuk melakukan komunikasi sosial namun juga untuk membantu mereka dalam menyelesaikan tugas. Penggunaan bahasa untuk meregulasi diri ini disebut private speech. Dalam pandangan piaget, private speech merupakan sesuatu yang bersifat egosentris dan tidak matang, namun bagi vygotsky private speech merupakan sarana berpikir yang penting dimasa kanak-kanak awal.anak-anak harus menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain sebelum mereka dapat berfokus ke dalam pikiran-pikiran mereka sendiri. Anak-anak juga harus berkomunikasi secara eksternal dan menggunakan bahasa selama periode waktu yang lama, sebelum akhirnya mereka mampu melakukan transisi ini terjadi antara usia 3 higga 7 tahun dan mencakup berbicara pada diri sendiri.
Vygotsky berkeyakinan bahwa anak-anak yang menggunakan private speech dalam jumlah banyak adalah anak-anak yang lebih memiliki kompetensi sosial dibandingkan mereka yang tidak. Para peneliti juga telah menemukan bahwa anak-anak yang menggunakan private speech menjadi lebih perhatian dan meningkat prestasinya dibandingkan anak-anak yang tidak menggunakan private speech.
Ø Strategi pengajaran
Berikut adalah beberapa cara dimana teori vigotsky dapat digunakan didalam kelas:
v Menilai ZPD anak. Seperti Piaget, Vygotsky tidak merekomendasi tes-tes formal dan terstandardisasi sebagai cara terbaik dalam menilai kegiatan pembelajaran anak-anak. Seorang pelatih yang terampil akan menyajikan kepada anak tugas-tugas dengan kesulitan yang bervariasi untuk menentukan level yang terbaik dalam memulai intruksi.
v Menggunakan zona perkembangan proksimal dalam mengajar. Mengajar sebaiknya dimulai dengan mengarah daerah batas atas, supaya anak dapat meraih sasaran melalui bantuan serta beranjak ke level keterampilan dan pengetahuan yang lebih tinggi. Anda dapat memperhatikan dan menghargai latihan anak atau menawarkan dukungan ketika anak lupa apa yang harus diperbuat.
v  Menggunakan kawan-kawan sebaya yang lebih terampil sebagai guru. Anak-anak juga memperoleh keuntungan melalui dukungan dan bimbingan yang diberikan oleh anak-anak yang lebih terampil.
v  Tempatkan intruksididalam konteks yang bermakna. Kini para pendidik sudah meninggalkan penyajian materi secara abstrak, kini mereka lebih banyak menyediakan kesempetan untuk memperoleh pengalaman belajar didalam lingkungan dunia yang nyata.
v  Mengubah ruang kelas dengan ide-ide Vygotsky. Anak-anak dapat membaca suatu cerita kemudian menginterpretasikan artinya. Sebagian besar aktivitas itu dilakukan dalam kelompok kecil.
c.    Pemrosesan informasi
       Belakangan ini, pendekatan pemrosesan informasi telah menghasilkan riset yang memberikan penerangan mengenai bagaimana anak-anak memproses informasi di masa prasekolah.
ü Atensi
Kemampuan anak untuk memberikan perhatian meningkat secara signifikan selama masa prasekolah . anak kecil yang baru belajar berjalan, berkeliling disekitarnya, mengalihkan perhatian dari akivitas yang stu ke aktivitas lainnya, dan tampak bahwa perhatiannya pada objek atau peristiwa apa pun hanya berlangsung sebentar.
ü Memori
Memori atau ingatan mengenai informasi sepanjang waktu merupakan sebuah proses yang utama didalam perkembangan kognitif anak-anak. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ketepatan memori seorang anak kecil:
a)    Terdapat perbedaan usia berkaitan dengan kepekaan anak terhadap sugesti. Anak-anak prasekolah adalah kelompok usia yang paling mudah disugesti dibandingkan anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.
b)   Perbedaan individual dalam kepekaan. Beberapa anak prasekolah sangat resisten terhadap sugesti dari pewawancara, sementara anak-anak lainnya langsung menerima sugesti kecil sekalipun.
c)    Teknik-teknik wawancara dapat menagakibatkan distorsi yang bersifat substansial dalam laporan anak mengenai peristiwa-peristiwa yang sangat mencolok. Sugesti anak-anak tidaklah hanya yang berkaitan dengan detail-detail yang bersifat pemukaan saja, namun juga mengenai aspek-aspek sentral dari suatu peristiwa.
Singkatnya, benar tidaknya kesaksian yang diberikan oleh anak-anak kecil, tergantung pada sejumlah faktor seperti, tipe, jumlah, dan intensitas dari teknik-teknik sugesti yang telah dialami anak. Tampaknya reliabilitas dari laporan anak-anak kecil memiliki kaitan erat dengan keterampilan dan motivasi dari pewawancara maupun daengan keterbatasan alamiah dalam memori anak kecil.
Strategi dan pemecahan masalah
Strategi terdiri dari aktivitas mental yang dilakukan secara sengaja untuk meningkatkan pemrosesan informasi.Selama masa kanak-kanak awal, anak-anak yang baru mulai berjalan dan mudah digerakan oleh stimulus itu, berubah menjadi seorang anak yang cakap, fleksibel,dan memecahkan masalah secara terarah. Jika seorang anak berusia 3 hingga 4 tahun gagal memahami bahwa kita di mungkinkan memberikan berbagai deskripsi terhadap stimulus yang sama, mereka akan terus bertahan untuk mendeskripsikan stimulus itu sebagai pengetahuan awalnya.
Beberapa psikolok perkembangan menggunakan pelatihan dibidang-bidang seperti perkembangan kognitif dalam mengejar karier ilmu terapan.
Perubahan perkembangan
Theory of mind anak-anak berubah sejalan dengan perkembangan mereka dimasa kanak-kanak. Beberapa perubahan terjadi dimasa-masa awal perkembangan. Dari usia 18 bulan hingga 3 tahun, anak-anak mulai memahami tiga kondisi mental:
·      Persepsi
Ketika berusia 2 tahun, anak menyadari bahwa orang lain melihat apa yang ada didepan mata mereka dan bukan apa yang ada didepan mata anak itu, dan pada usia 3 tahun, anak menyadari bahwa anak melihat menjadikannya mengetahui apa yang ada didalam sebuah kotak mainan.
·      Emosi
Anak mampu membedakan antara emosi-emosi positif dan emosi-emosi negatif. Seorang anak mungkin mengatakan “tomi merasa sedih”.
·      Keinginan
Semua manusis memiliki keinginan. Namun, kapankah anak mulai menyadari bahwa orang lain mungkin berbeda dengan keimginannya? Anak balita memahami bahwa seandainya seseorang menginginkan sesuatu, orang itu akan mencoba mendapatkannya.
Seorang anak usia 2 hingga 3 tahun memahami bagaimana keinginan memiliki kaitan dengan aksi dan emosi-emosi sederhana. Anak-anak lebih sering dan lebih dulu mengacu pada keinginan daripada pernyataan kognitif seperti pemikiran dan pengetahuan.
Antara usia 3 hingga 5 tahun, anak-anak mulai memahami bahwa pikiran dapat merepresentasikan objek-objek dan peristiwa-peristiwa secara akurat maupu tidak akurat. Dalam sebuah studi klasik mengenai keyakinan yang keliru, anak-anak kecil diperlihatkan sebuah kotak plester vdan diminta untuk menebak isinya.
Namun, terdapat banyak alasan untuk mempertanyakan fokus momen penting ini dalam perkembangan theory of mind. Setelah usia prasekolah anak-anak memiliki apresiasi mendalam terhadap pikiran dan tidak sekedar memehami kondisi mental. Mereka juga mualai berkembang dari hanya sekedar memahami bahwa keyakinan dapat keliru, menjadi mampu menyadari bahwa peristiwa yang sama dapat terbuka terhadap berbagai interprestasi.
Meskipun sebagian besar peneliti theory of mind berfokus anak-anak pada sekitar atau sebelum usia prasekolah, pada usia 7 tahun dan sesudahnya terdapat perkembangan penting dalam kemampuan memahami keyakinan dan pemikiran orang lain. Memahami bahwa orang akan memiliki interpretasi yang berbeda itu penting, demikian pula dengan mengetahui bahwa beberapa interprestasi dan keyakinan harus dievaluasi berdasarkan aargumen dan bukti-bukti. Dimasa remaja awal, anak-anak mulai memahami bahwa orang dapat memiliki perasaan ambivalen. Mereka akan mulai mengetahui bahwa orang yang sama dapat merasa senang sekaligus sedih mengenai suatu kejadian. Anak-anak juga lebih terlibat dalam pemikiran rekursif: memikirkan apa yang dipikirkan orang lain.

Perbedaan individual
                      Sebagaimana dalam penelitian perkembangan lainnya, terdapat perbedaaan individual dalam kapan anak-anak mencapai tahapan tertentu pada theory of mind mereka. Sebagai contoh anak-anak yang berkomunkasi kepada orang tuanya tentang perasaan mereka ketika berusia 2 tahun biasanya menunjukan performa yang baik dalam tugas-tugas theory of mind, demikian pula dengan anak-anak yang sering melakukan permainan peran.
C. Perkembangan bahasa
Anak berusia dibawah tiga tahun memperlihatkan perkembangan yang agak cepat dari awalnya hanya mampu menghasilkan ungkapan dua kata, menjadi mampu mengabungkan, empat, dan lima kata. Ketika anak-anak kecil mempelajari fitur-fitur spesial bahasanya sendiri, terdapat keteraturan dalam cara mereka memperoleh bahasa tertentu. 


·         Memahami Fomologi dan Morfologi
Selama masa prasekolah, kebanyakan anak-anak secara bertahap menjadi lebih sensitif terhadap bunyi dari kata-kata yang diucapkan dan menjadi semakin mampu menghasilkan semua bunyi dari bahsa mereka. Ketika pemahaman sudah melampaui ungkapan yang terdiri dari dua kata mereka mendemonstrasikan pengetahuan mengenai morfologi. Beberapa bukti terbaik yang memperlihatkan perubahan anak-anak dalam menggunakan aturan-aturan morfologi adalah  dalam overgeneralisasi mereka terhadap aturan-aturan, seperti ketika seorang anak prasekolh mengatakan “foot” dan buka “feet” atau “goet” dan bukan “went”.
Dalam sebuah eksperimen klasik yang dirancang untuk mempelajari ilmu pengetahuan anak-anak mengenai aturan-aturan morfologi, seperti bagaimana membuat kata jamak (plura) , jeanberko (1958) menyajikan kartu-kartu kepada mereka. Tugas ini mungkin tampaknya mudah, namun berko tertarik pada kemampuan ank-anak untuk mengaplikasikan morfologis yang sesuai, dalam kasus ini adalah untuk mengatakan “wugs” dengan bunyi z yang mengindikasikan plural. Meskipun jawaban anak-anak tidak sempurna, jawaban itu bukan hanya bersifat kebetulan saja. yang membuat study berko mengesankan adalah kata-kata itu disusun untuk eksperimen. Dengan demikian, anak-anak tidak dapat mendasarkan respons mereka pada ingatan terdapat kata-kata yang pernah didengar dimasa lalu.
·         Perubahan Dalam Sintaksis dan Semantik
Anak-anak prasekolah juga mempelajari dan menerapkan aturan-aturan sintaksis mereka memperlihatkan kemajuan dalam menguasai aturan-aturan komppleks yang berkaitan dengan cara mengurutkan kata-kata. Ambil saja contoh pertanyaan wh seperti(where is daddy going? Kemana ayah pergi) atau (what is that boy going?) apa yang dilakukan anak laki-laki? Masa kanak-kanak awal juga ditandai oleh adanya pemahaman mengenai semantik. Beberapa ahli menyimpulkan bahwa antara usia 8 bulan hingga 6 tahun anak-anak kecil belajar mengenai sebuah kata baru setiap jam (kecuali ketika tidur), (gelman dan kalis, 2006). Ketika mereka memasuki kelas satu sekolah dasar diperkirakan anak-anak sudah mengenal 1400 kata (clark, 1993).
·         Kemajuan Dalam Pragmatik
Didalam perkembangan bahsa aank-anak kecil juga terjadi perubahan pragmatik dibandingkan anak-anak usia dua tahun, seorang anak berusian 6 tahun memiliki kemampuan bercakap-cakap yang jauh lebih baik. Seiring dengan bertambahnya usia, anak0 anak mejadi lebih mampu membicarakan hal-hal yang tidak terlihat dihadaannya (misalnya rumah nenek) dan bukan terjadi sekarang (misalnya apa yang terjadi kemaren atau apa yang terjadi besok). Ketika berusia 4-5 tahun, anak belajar mengubah gaya bicara mereka agar sesuai dengan situasinya demikian pula anak-anak itu akan menggunakan gaya yang berbeda nterhadap orang dewasa, yaitu dengan kalimat yang lebih sopan dan formal.
·         Literasi Anak-anak Kecil
Para orang tua dan guru perlu memberikan dukungan kepada nak-anak agar dapat mengembangkan kemampuan literasinya (Cristie, Enz, dan Vukelickh, 2011; Reese Sparek dan Leyva 2010). Anak-anak harus menjadi partisipan yang aktif dan larut dalam berbagai pengalaman mendegar, berbicara, membaca, dan ,enulis yang menarik. Suatu study mengungkap bahwa anak-anak yang ibunya bependidikan lebih memiliki tingkat literasi yang tinggi daripada anak-anak yang ibunya kurang berpendidikan. Instruksi harus dibangun atas apa yang telah diketahui oleh anak-anak mengenai bahasa lisan, membaca, dan menulis. Lebih jauh, keberasilan literasi dan akademis anak-anak didahului oleh keterampilan berbahasa, pengetahuan fonologi dan sintaksis, identifikasi surat, serta pengetahuan konseptual mengenai media cetak dan fungsinya(morrow 2009; 0tt0 2010). Keterampilan bahasa dan kesiapan memasuki sekolah bagi anak-anak:
·           Kesadaran fonologi, nama huruf dan pengetahuan mengenai bayi, serta kecepatan memberi nama pada anak berusia taman kanak-kanak berkaitan dengan keberhasilan membaca ditingkat pertama dan kedua.
·         Lingkungan rumah di masa kanak-kanak awal memengaruhi keterampilan berbahasa, sehingga dapat memprediksi kesiapan anaka-anak dalam memasuki sekolah.
·         Jumlah huruf yang diketahui oleh anak-anak di masa taman kanak-kanak sangat berkorelasi (0,52) dengan prestasi  membaca di sekolah menegah atas. Kemajuan berbahasa yang terjadi dimasa kanak-kanak awal menjadi dasar perkembangan di masa sekolah dasar.
A.      Pendidikan di Masa Kanak-Kanak Awal
Dalam banyak cara, pendekatan reggio-emilia menerapkan gagasan-gagasan yang konsisten dengan pandangan piaget dan vygotsky sebagaimana yang di diskusikan didalam bab ini. Penjelasan kami mengenai masa kanak-kanak awal berfokus variasi program, pendidikan bagi anak-anak yang tidak beruntung, serta beberapa kontroversi pendidiksn dimasa kanak-kanak awal.
Ø  Variasi didalam pendidikan masa kanak-kanak awal
Dasar dari pendidikan masa kanak-kanak awal adalah taman kanak-kanak yang berpusat pada anak. Ditaman kanak-kanak yang berpusat pada anak, pengasuh masih merupakan hal yang penting. Taman kanak-kanak seperti ini menekankan pendidikan secara keseluruhan dan menaruh perhatian pada perkembangan fisik, kognitif, dan sosialemosi anak-anak.  Taman kanak-kanak yang berpusat pada anak mempertahankan tiga prinsip: setiap anak mengikuti sebuah perkembanangan yang unik; anak-anak kecil secara terbaik belajar melalui pengalaman langsung dengan berbagai orang dan materi;dan bermain merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan anak secara total.



BAB III
PENUTUP
1.      KESIMPULAN

Dalam pembahasan diatas dijelaskan tentang perkembangan dan perubahan pada anak diusia awal. Kita dapat mengerti tentang perkembangan fisik dan kognitif anak. Perkembangan anak bertahap dari perkembangan fisik, kognitif, dan motorik hingga perkembangan otak. Kita juga dapat mengenali penyakit-penyakit pada anak diusia awal. Anak berusia dibawah tiga tahun memperlihatkan perkembangan yang agak cepat dari awalnya hanya mampu menghasilkan ungkapan dua kata, menjadi mampu mengabungkan, empat, dan lima kata. Selain itu juga dijelaskan tentang adanya pendidikan dimasa kanak-kanak awal yang menjelaskan bahwa, pentingnya pendidikan dimasa kanak-kanak untuk mengembangkan bakat dan minat belajar anak. Penjelasan kami mengenai masa kanak-kanak awal berfokus variasi program, pendidikan bagi anak-anak yang tidak beruntung, serta beberapa kontroversi pendidiksn dimasa kanak-kanak awal.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda marupakan motivasi buat penulis...