Blogger Sukses

Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.

Blogger Terpercaya

Psikologi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia belajar dalam pendidikan pengaturan, efektivitas intervensi pendidikan, psikologi pengajaran, dan psikologi sosial dari sekolah sebagai organisasi.

Blogger Terpopuler

Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya.

Motivation

Lakukan sesuatu pekerjaan yang dekat dengan kita, perbuatlah terus-menerus, maka akan menjadi suatu kebiasaan. "Hidup adalah perbuatan, perbuatan adalah kekuatan, kekuatan adalah kekayaan, kekayaan adalah kesuksesan, kesuksesan adalah perjalanan.

Kita Bisa

Manusia yg takut gagal adalah manusia yg tidak pernah mau belajar,padahal kegagalan itu sebagai pembelajaran mengukuhkan proses pondasi ke bangunan sukses kita.salam sukses.

Thursday, 4 August 2016

INDIVIDU BERKEBUTUHAN KHUSUS

INDIVIDU BERKEBUTUHAN KHUSUS
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. HAKIKAT INDIVIDU BERKEBUTUHAN KHUSUS
Pada saat ini dunia pendidikan mempunyai kewajiban untuk melayani berbagai jenis individu berkebutuhhan khusus. Pada waktu sebelumnya, individu yang berkebutuhan khusus di beri lebel anak luar biasa dan anak yang termasuk kedalam kelompok anak luar biasa langsung dididik di sekolah luar biasa. Seperti sekolah luar biasa penyandang tuna wicara, tuna grahita dan tuna netra. Untuk individu yang memiliki kemampuan khusus dengan IQ tinggi, seperti anak gifted, di Indonesia di didik di seolah umum, di dalam kelas akselerasi.
Individu berkebutuhan khusus adalah individu yang memiliki cici-ciri khusus di dalam perkembanagannya yang berbeda dari perkembangan secara normal. Penyimpangan perkembangan tersebut dapat berbentuk penyimpangan intellgensi, yaitu intellgensi di bawah normal yang di kenal dengan individu penyandang retardasi mental, atau intelegensi di atas normal yang di kenal individu superior dan gifted. Penyimpangan perilaku seperti attention deficit/ hyperactivity disorder atau ADHD dan autisme. Penyimpangan dalam perkembangan visual, seperti individu penyandang kebutaan atau tuna netra penglihatan yang sangat rabun. Penyimpangan dalam perkembangan auditory, seperti individu penyandang tuna wicara. Penyimpangan dalam perkembangan fisik, seperti penyandang tuna daksa. Di samping itu, individu yang seharusnya tidak bermasalah dalam belajar, akan tetapi, mengalami masalah belajar, yang di sebut individu berkesulitan belajar.
2.2. INDIVIDU BERKESULITAN BELAJAR
2.2.1 Hakikat  Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar atau learning disorder yang biasa juga disebut dengan istilah learning disorter atau learning difficully adalah suatu kelainan yang membuat individu yang bersangkutan sulit untuk melakukan kegiatan belajar secara efektif. Factor yang menjadi penyebab kesulitan belajar tidak mudah untuk ditetapkan karena factor tersebut bersifat kompleks.

2.2.2 Definisi Kesulitan Belajar
Bahwa salah satu penyebab dari kesulitan belajar adlah karena disfungsi otak yang terjadi secara minimal atau minimal brain dysfunction. Oleh sebab itu, otak marupakan perangkat yang penting dan berpengaruh terhadap keberhasilan manusia dalam melakukan berbagai kegiatannya, termasuk kegiatan belajar. Markam & Yani (1978 : 8-3) dan Enchanted learning (www.enchantedlearning.com,2009), secara rinci menguraikan tentang otak dan fungsi otak dalam kegiatn hidup  manusia seperti berikut ini. Cerebellum atau otak kecil, dan brain stem atau batang otak. Otak terbagi dalam berbagai area yang mengontrol fungsi-fungsi tertentu yang berhubungan dengan kegiatan hidup manusia.
2.2.3 Karakteristik Individu Berkesulitan Belajar
Reid (1986 : 12) mengemukakan pendapatnya bahwa kesulitan belajar biasanya tidak dapat diidentifikasikan sampai anak mengalami kegagalan dalam menyelasaikan tugas tugas akademik yang harus dilakukanya. Selanjutnya ia mengatakan bahwa siswa yang teridentifiksi mengalami kesulitan belajar memiliki cirri-ciri antara lain seperti dibawah ini.
·    Memiliki tingkat inteligensi (IQ) normll bahkan diatas normal atau sedikit di bawah normal berdasarkan tes IQ. Namun siswa yang memiliki IQ sedikit di bawah normal bukan karena IQ-nya yang di bawah normal, akan tetapi,  kesulitan belajar yang di alaminya menyebabkan ia mengalami kesulitan dalam menjalani tes IQ  sehingga memperoleh score yang rendah.
·    Mengalami kesulitan dalam beberapa mata pelajaran akan tetapi menun jukan nilai yang baik pada mata pelajaran yang lain.
·    Kesulitan belajar yang di alami siswa yang berkesulitan belajar  berpengaruh pada keberhasilan belajar yang di capainya sehingga siswa tersebut dapat di kategorekan ke dalam lower achiever (siswa yang pencapaian hasil belajar di bawah potensi yang di milikinya).
2.2.4 Kesulitan Belajar dan Kesejahteraan Sosial Ekonomi
Kesulitan belajar yang tidak mendapatkan intervensi secara tepat akan menimbulkan berbagai kerugian social dan ekonomi bagi individu tersebut. Seperti  penelitian yang di lakukan di US selama 36 bulan oleh Taylor & Barush (2004:175-183) terhadap individu yang berusia 34 tahun menunjukan bahwa 22,9 %  penerima tunjangan kemiskinan adalah individu yang berkesulitan belajar, 32% tidak tamat sekolah lanjutan (SMP dan SMA). Selanjutnya penerima tunjangan kemiskinan yang terlalu lama, tidak sanggup menghidupi keluarga dan pekerjaan yang mereka miliki. Hal ini di perkuat oleh penelitian yang di lakukan oleh F. Margai & N. Henry (2003:13) menunjukan bahwa jumlah individu yang berkesulitan belajar semakin meningkat.
2.2.5 Kesulitan Belajar dan Gender
Penelitian yang di lakukan oleh Counthino dan Oswald (2005:15-17) menunjukan bahwa laki-laki lebih banyak di temukan di sekolah luar biasa dari pada anak perempuan. Selanjutnya, kedua peneliti tersebut mengungkapkan bahwa 73% dari individu yang mengalami kesulitan belajar adalah laki-laki.penelitiaan ini mengoreksi hasil penelitian yang di lakukan oleh Bandian (1999:138-138) terhadap lebih 400 anak laki-laki dan perempuan menunjukan bahwa tidak ada pengaruh jender terhadap kesulitan belajar.
Suatu penelitiaan yang di ikuti oleh 126 responden yang berusia 12-18 tahun, yang secara sukarela bersedia di interview dengan 74 pertanyaan yang berkaitan dengan pendidikan khusus, kenakalan remaja, perkembangan litaratur anak dan remaja. Kemudian pertanyaan tersebut di klasifikasikan ke dalam lingkungan sekolah, lingkungan rumah dan lingkungan pribadi.berdasarkan hasil interview di peroleh data bahwa anak yang terlibat kenakalan remaja dalam tarap yang berat sebaiknya di sekolahkan di sekolahluar biasa. Penelitian ini di perkuat oleh Zabel dan Nigro (1999:2-40) menunjukan bahwa 78,6% anak perempuan yang menunjukan perilaku distruktif karena berkesulitan belajar di sekolahkan di sekolah luar biasa.
2.2.6 Kesulitan Belajar dan Kriminalitas
Hasil penelitian yang di lakukan oleh wong (2002) terhadap anak penghuni penjara menunjukan bahwa mereka adalah sekelompok anak yang mengalami kesulitan belajar. Temuan penelitian ini juga memperkuat penelitian zabel dan nigro (1999:2-40).
2.3 RETARDASI MENTAL
2.3.1 Hakikat Retardasi Mental
Retardasi mental di kenal dengan disabilitas inteligensia atau di Indonesia di kenal dengan tuna grahita adalah individu yang mengalami keterbatasan mental.kondisi ini menyebabkan individu yang bersangkutan mengalami hambatan dalam belajar, melakukan berbagai fungsi dalam kehidupannya serta dalam penyesuaian diri.
2.3.2 Klasifikasi Retardasi Mental
Dsisabilitas inteligensia atau retardasi mental dapat dikelompokan kedalam lima kelompok, seperti yang di gambarkan dalam diagram berikut ini (Kirk & Gallagher, 1986, DSM_IV, 2000, Heward & Orlansky,1984)
Klasifikasi Retardasi Mental
Kelompok
IQ
Istilah Pendidikan
Kemampuan Pengembangan Diri
Sebelu-mnya
Saat ini

Stanford Binet

wechsker



Dapat mencapai kemampuan anak usia
 7-12 tahun
dapat  menguasai kemampuan akademik setingkat kelas 4 sekolah dasar
dapat mennolong diri
moron
Mild
52-68
55-75
Educable (mampu didik)





sendiri dan memiliki keterampilan adaptasi social
dapat melakukan pekerjaan yang sederhana (unskilled work)
Imbe-cile
Mode-rate
36-51
40-54
Trainable (mampu latih)
dapat mencapai kemampuan anak usia 2-7 tahun
dapat menguasai keterampilan akademik dasar secara terbatas
dapat menolong diri sendiri dan memiliki keterampilan social yang terbatas
dapat melakukan pekerjaan sederhana dan rutin dengan supervise penuh
Idiot
Severe
20-35
25-39
Mampu rawat
Dapat mencapai kemampuan anak berusia 2 tahun
Selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam segala bidang kebutuhan hidup

Profound
19 ke bawah
24 ke bawah
Mampu rawat
Tidak da mencapai kemampuan anak usia 2 tahun
Selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam segala bidang kebutuhan hidup

Sumber : Diadaptasi oleh penulis dari berbagai sumber relevan.


2.3.4 Faktor Penyebab Redartasi Mental
Fatktor-faktor penyebab redartasi mental menurut Kick & Gallagher, 1986:125, Heward & Orlansky, 1984:87 di antaranya sebagai berikut:
·   Genetis Disorder atau kelainan genetik, tetapi kelainan itu sangat jarang kecuali berkaitan dengan down syndrome dan phenylketorunia
·   Down Syndrome marupakan kelainan bawaan yang secara mudah dapat di ketahui dari ciri ciri fisik yang tampak dari individu penyandang kelainan itu.
·   Phenylketonuria adalah kondisi yang di sebabkan oleh genetic irregularities, yang dapat di sebabkan oleh kerusakan salah satu gen yang menyebabkan mental retardasi berat.
·   Toxic Agent dan Infectious Diseases  atau zat pembawa racun dan penyakit infeksi yang di alami ibu pada waktu mengandung sehingga menganggu keseimbangan  bio kimia dalam kandungan ibu hamil, seperti virus dan bakteri.
·   Fetal Alcohol Syndrome  adalah kondisi yang di alami bayi di dalam kandungan dari ibu yang pencandu alcohol.
·   Lead Poisoning  atau keracunan limbah kimia.
·   Infectious Diseases penyakit yang di sebabkan oleh virus dan infeksi seperti syphilis, rubella, encephalitis, meningitis dapat menyebabkan reardsi mental.

·   Polygenic Inheritance. Karakteristik manusia seperti warna kulit, warna rambut, tinggi badan dan bentuk tubuh  serta potensi intelegensi  adalah hasil interaksi dari sejumlah besar gen yang beroperasi secara serantak.

Friday, 15 April 2016

Pengertian Motivasi dan Teori-Teori Motivasi

Pengertian Motivasi dan Teori-Teori Motivasi
Definisi motivasi menururt para ahli
Robbins dan Judge (2007) mendefinisikan motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu tujuan.
Samsudin (2005) memberikan pengertian motivasi sebagai proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan. Motivasi juga dapat diartikan sebagai dorongan (driving force) dimaksudkan sebagai desakan yang alami untuk memuaskan dan memperahankan kehidupan.
Mangkunegara (2005,61) menyatakan : “motivasi terbentuk dari sikap (attitude) karyawan dalam menghadapi situasi kerja di perusahaan (situation). Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan.Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal”.
Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. (Mr. Donald : 1950).
Motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan / keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan. (Drs. Moh. Uzer Usman : 2000).
Motivasi adalah kekuatan tersembunyi di dalam diri kita yang mendorong kita untuk berkelakuan dan bertindak dengan cara yang khas (Davies, Ivor K : 1986).
Motivasi adalah usaha–usaha untuk menyediakan kondisi–kondisi sehingga anak itu mau melakukan sesuatu (Prof. Drs. Nasution : 1995).

Berdasarkan pengertian di atas, maka motivasi merupakan respon pegawai terhadap sejumlah pernyataan mengenai keseluruhan usaha yang timbul dari dalam diri pegawai agar tumbuh dorongan untuk bekerja dan tujuan yang dikehendaki oleh pegawai tercapai.
*   Motivasi dalam Pembelajaran
Pentingnya peranan motivasi dalam proses pembelajaran perlu dipahami oleh pendidik agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada siswa. Motivasi dirumuskan sebagai dorongan, baik diakibatkan faktor dari dalam maupun luar siswa, untuk mencapai tujuan tertentu guna memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan.Dalam konteks pembelajaran maka kebutuhan tersebut berhubungan dengan kebutuhan untuk pelajaran.
Peran motivasi dalam proses pembelajaran, motivasi belajar siswa dapat dianalogikan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas, tetapi motivasi yang terlalu kuat justru dapat berpengaruh negatif terhadap kefektifan usaha belajar siswa.
Fungsi motivasi dalam pembelajaran diantaranya :
o   Mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan, tanpa motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan misalnya belajar.
o   Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
o   Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
Pada garis besarnya motivasi mengandung nilai-nilai dalam pembelajaran sebagaiberikut :
o   Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya kegiatan belajar siswa.
o   Pembelajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang ada pada diri siswa.
o   Pembelajaran yang bermotivasi menuntut kreatifitas dan imajinitas guru untuk berupaya secara sungguh-sungguh mencari cara-cara yang relevan dan serasi guna membangkitkan dan memeliharan motivasi belajar siswa.
o   Berhasil atau gagalnya dalam membangkitkan dan mendayagunakn motivasi dalam proses pembelajaran berkaitan dengan upaya pembinaan disiplin kelas.
Penggunaan asas motivasi merupakan sesuatu yang esensial dalam proses belajar dan pembelajaran.
*   Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa
Dalam rumusan masalah diatas kami mengamati apakah motivasi itu berpengaruh dalam prestasti belajar siswa, ternyata sangat berpengaruh yaitu:
Motivasi pada umumnya mempertinggi prestasi dan memperbaiki sikap terhadap tugas dengan kata lain, motivasi dapat membangkitkan rasa puas dan menaikkan prestasi sehingga melebih prestasi normal.
Hasil baik dalam pekerjaan yang disertai oleh pujian merupakan dorongan bagi seseorang untuk bekerja dengan giat. Bila hasil pekerjaan tidak diindahkan orang lain, mungkin kegiatan akan berkurang. Pujian harus selalu berhubungan erat dengan prestasi yang baik.Anak-anak harus diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu dengan hasil yang baik, sehingga padanya timbul suatu “sense of succes” atau perasaan berhasil.
Motivasi berprestasi merupakan harapan untuk memperoleh kepuasan dalam penguasaan perilaku yang menentang dan sulit (Mr. Clelland, 1955).
*   Sumber-Sumber Motivasi Belajar Siswa
Dalam rumusan tersebut juga diamati dari mana saja sumber-sumber motivasi belajar siswa itu, diantaranya :

a)  Motivasi Intrinsik
yaitu motivasi yang bersumber pada faktor-faktor dari dalam, tersirat baik dalam tugas itu sendiri maupun pada diri siswa yang didorong oleh keinginan untuk mengetahui, tanpa ada paksaan dorongan orang lain, misalnya keinginan untuk mendapat ketrampilan tertentu, memperoleh informasi dan pemahaman, mengembangkan sikap untuk berhasil, menikmati kehidupan, secara sadar memberikan sumbangan kepada kelompok, dan sebagai berikut.
b)  Motivasi Ekstrinsik
yaitu motivasi yang bersumber akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Pelajar di motivasi dengan adanya angka, ijazah, tingkatan, hadiah, medali, pertentangan, persaingan.
*   Guru dan Motivasi Pembelajaran
Dalam rumusan tersebut juga dipertanyakan bagaimana cara guru memotivasi belajar siswa agar menarik minat siswa untuk belajar, motivasi yang diberikan guru diantaranya :
A.   Hadiah
B.    Saingan
C.   Hasrat untuk belajar
D.   Ego envolvement
E.    Sering memberi ulangan
F.    Mengetahui hasil
G.   Kerja sama
H.   Tugas yang “challenging”
I.     Pujian
J.    Teguran dan kesamaan
K.    Suasana yang menyenangkan
L.    Tujuan yang diakui dan diterima baik oleh murid
M.   Hargailah pekerjaan murid

N.   Memberi angka

Jika anda berkenan, berilah komentar yang bersifat positif dan membangun..!!!

Thursday, 7 April 2016

Teori-Teori Kepribadian

A. Pengertian Teori Kepribadian
          Teori merupakan salah satu unsur penting dari setiap pengetahuan ilmiah atau ilmu, termasuk psikologi kepribadian. Tanpa teori kepribadian usaha memahami perilaku dan kepribadian manusia pasti sulit untuk dilaksanakan. Apakah yang dimaksud dengan teori kepribadian ? Menurut Hall dan Lindzey (Koeswara, 2001 : 5), teori kepriadian adalah sekumpulan anggapan atau konsep-konsep yang satu sama lain berkaitan mengenai tingkah laku manusia.
B. Fungsi Teori Kepribadian
          Sama seperti teori ilmiah pada umumnya yang memiliki fungsi deskriptif dan prediktif, begitu juga teori kepribdian. Berikut penjelaskan fungsi deskriptif
dan prediktif dari teori kepribadian.
1. Fungsi Deskriptif
          Fungsi deskriptif (menjelaskan atau menggambarkan) merupakan fungsi teori kepribadian dalam menjelaskan atau menggambarkan perilaku atau kepribadian manusia secara rinci, lengkap, dan sistematis. Pertanyaan-pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana seputar perilaku manusia dijawab melalui fungsi deskriptif.
2. Fungsi Prediktif
Teori kepribadian selain harus bisa menjelaskan tentang apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku manusia sekarang, juga harus bisa memperkirakan apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku manusia di kemudian hari. Dengan demikian teori kepribadian harus memiliki fungsi prediktif
C. Dimensi-dimensi Teori Kepribadian
          Setiap teori kepribadian diharapkan mampu memberikan jawab atas pertanyaan sekitar apa, mengapa, dan bagaimana tentang perilaku manusia. Untuk itu setiap teori kepribadian yang lengkap, menurut Pervin (Supratiknya, 1995 : 5-6), biasanya memiliki dimensi-dimensi sebagai berikut :
1. Pembahasan tentang struktur, yaitu aspek-aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil dan menetap, serta yang merupakan unsur-unsur pembentuk sosok kepribadian.
2. Pembahasan tentang proses, yaitu konsep-konsep tentang motivasi untuk menjelaskan dinamika tingkah laku atau kepribadian.
3. Pembahasan tentang pertumbuhan dan perkembangan, yaitu aneka perubahan pada struktur sejak masa bayi sampai mencapai kemasakan, perubahan-perubahan pada proses yang menyertainya, serta berbagai faktor yang menentukannya.
4. Pembahasan tentang psikopatologi, yaitu hakikat gangguan kepribadian atau tingkah laku beserta asal-usul atau proses perkembangannya.
5. Pembahasan tentang perubahan tingkah laku, yaitu konsepsi tentang bagaimana tingkah laku bisa dimodifikasi atau diubah.
D. Anggapan-anggapan Dasar tentang Manusia
          Setiap orang, termasuk teoris kepribadian, memiliki anggapan-anggapan dasar (basic assumtions) tertentu tentang manusia yang oleh George Boeree disebut asumsi-asumsi filosofis (Boeree, 2005 : 23). Anggapan-anggapan dasar yang diperoleh melalui hubungan pribadi atau pengalamanpengalaman sosial ini secara nyata akan mempengaruhi persepsi dan tindakan manusia terhadap sesamanya. Dalam konteks para teoris kepribadian, anggapan-anggapan dasar ini mempengaruhi konstruksi dan isi
teori kepribadian yang disusunnya. Anggapan-anggapan dasar tentang manusia yang mempengaruhi atau mewarnai teori-teori kepribadian adalah sebagai berikut.
1. Kebebasan – ketidak bebebasan
2. Rasionalitas – irasionalitas
3. Holisme – elementalisme
4. Konstitusionalisme – environmentalisme
5. Berubah – tidak berubah
6. Subjektivitas – objektivitas
7. Proaktif – reaktif
8. Homeostatis – heterostatis
9. Dapat diketahui – tidak dapat diketahui
E. Klasifikasi Teori-teori Kepribadian
      Dewasa ini telah banyak teori-teori kepribadian untuk memudahkan mempelajari para ahli telah mengklasifikasikan teori-teori tersebut ke dalam beberapa kelompok dengan menggunakan acuan tertentu yaitu paradigm yang dipakai untuk mengembangkannya. Boeree (2005 : 29) menyatakan bahwa ada 3 orientasi atau kekuatan besar dalam teori kepribadian, yaitu :
1. Psikoanalisis beserta aliran-aliran yang dikembangkan atas paradigm yang sama atau      hampir sama, yang dipandang sebagai kekuatan pertama.
2. Behavioristik yang dipandang sebagai kekuatan kedua.
3. Humanistik, yang dinyatakan sebagai kekuatan ketiga


Sumber: Kuntjojo, 2009. Psikologi kepribadiaan. Pendidikan Bimbingan Dan Konseling Universitas Nusantara Pgri Kediri

Jika anda berkenan, berilah komentar yang bersifat positif dan membangun..!!!