Thursday, 3 March 2016

Perkembangan Fisik, Kognitif, Sikap, Dan Social Dalam Masa Dewasa Lanjut

BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Setiap mahluk hidup di dunia ini pasti akan mengalami perubahan yang alami tanpa terkecuali. Bahkan pada manusia pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan dari bayi sampai menjadi tua. Masa tua merupakan masa hidup manusia yang terakhir, dimana pada masa ini seseorang mengalami kemunduran fisik, mental dan sosial sedikit demi sedikit sehingga tidak dapat melakukan tugasnya sehari-hari lagi.Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi.
Lansia atau lanjut usia adalah periode dimana manusia telah mencapai kemasakan dalam ukuran dan fungsi. Selain itu lansia juga masa dimana seseorang akan mengalami kemunduran dengan sejalannya waktu. Ada beberapa pendapat mengenai usia seseorang dianggap memasuki masa lansia, yaitu ada yang menetapkan pada umur 60 tahun, 65 tahun, dan ada juga yang 70 tahun.

  1. Rumusan Masalah
  1.  Pengertian Dari Usia Lanjut
  2.  Ciri Ciri Usia Lanjut
  3.  Perkembangan Fisik, Kognitif, Sikap, Dan Social Dalam Masa Dewasa Lanjut
  4.  Bahaya Yang Ditimbul Pada Masa Perkembangan usia lanjut
  1. Tujuan
  1. Untuk mengetahui penjelasan mengenai usia lanjut
  2. Untuk mengetahui ciri cirinya
  3. Untuk mengetahui perkembangan perkembangan pada masa usia lanjut serta bahaya bahaya yang ditimbulkan dari perkembangan tersebut
  1. Manfaat
  1. untuk menyelesaikan tugas makalah perkuliahan psikologi perkembangan
  2. untuk melatih dan mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah.




BAB  II
PEMBAHASAN

A.                Pengertian Masa Tua (Lanjut Usia)
Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa ini dimulai dari umur enam puluh tahun sampai meninggal, yang ditandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun.
Proses menua (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain.
Berikut beberapa pendapat mengenai pengertian masa tua :
Menurut Bernice Neugarten (1968) James C. Chalhoun (1995) masa tua adalah suatu masa dimana orang dapat merasa puas dengan keberhasilannya. Penggolongan lansia menurut Depkes dikutip dari Azis (1994) menjadi tiga kelompok yakni :
a.         Kelompok lansia dini (55 – 64 tahun), merupakan kelompok yang baru memasuk lansia
b.        Kelompok lansia (65 tahun ke atas).
c.         Kelompok lansia resiko tinggi, yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun

B.     Ciri  - Ciri Masa Tua
Menurut Hurlock (Hurlock, 1980, h.380) terdapat beberapa ciri-ciri orang lanjut usia, yaitu :
a.         Usia lanjut merupakan periode kemunduran.
b.         Orang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas.
c.         Menua membutuhkan perubahan peran.
d.        Penyesuaian yang buruk pada lansia.

1.                  Usia lanjut merupakan periode kemunduran
Periode selama usia lanjut ketika kemunduran fisik dan mental terjadi secara perlahan dan bertahap dan pada waktu kompensasi terhadap penurunan ini dapat dilakukan , dikenal sebagai ‘’senescence’’yaitu masa proses menjadi tua.
Istilah ‘keuzuran’’(sinelity) digunakan untuk mengacu pada periode waktu selama usia lanjut apabila kemunduran fisik telah terjadi disorganisasi mental. Seseorang yang menjadi eksentrik, kurang perhatian,dan terasing secara sosial, maka penyesuaian dirinya pun buruk biasanya disebut ‘’uzur’’. Sikap tidak senang terhadap diri sndiri , orang lain, pekerjaan, dan kehidupan pada umumnya dapat menuju keadaan uzur , karena terjadi perubahan pada lapisan otak. Akibatnya, orang menurun secara fisik dan mental akan segera mati.
2.                  Orang lanjut mempunyai status kelompok minoritas
Status kelompok orang minoritas ini terjadi sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap orang usia lanjutdan diperkuat oleh klise yang tidak menyenangkan tentang mereka.
Kelompok orang usia lanjut disebut sebagai warga Negara kelas dua, yang hidup dengan status bertahan dan mempunyai efek penting terhadap pribadi dan penyesuaian sosial penting. Jika kalau orang orang usia lanjut dikorbankan dalam beberapa hal mereka sesungghnya merupakan korban. Karena keadaan yang sakit sakitan, kesepian, dan terror yang mengancamnya membuat mereka mudah menjadi mangsa para tukang obat, khusus nya mereka yang terserang penyakit. Sifat seperti ini merupakan sifat tamak, sehingga  menimbulkan reaksi yang tidak simpatik terhadap sifat tamak mereka. Ini semua merupakan penipuan besar yang diatur secara licik.
3.                  Menua membutuhkan perubahan peran
Hal ini mengakibatkan pengurangan jumlah kegitan yang dapat dilakukan oleh orang usia lanjut, dank arena nya perlu mengubah berbagai peran yang masih dilakukan atas dasar keinginan seseorang, jadi bukan atas dasar tekanan yang datang dari kelompok sosial. Tetapi pada kenyataan nya pengurangan dan perubahan peran ini banyak terjadi karena tekanan sosial.
Karena sikap sosial yang tidak menyenagkan bagi kaum usia lanjut, pujian yang mereka hasilkan dihubungkan dengan peran usia tua bukan dengan keberhasilan mereka. Perasaan tidak berguna dan tidak diperlukan lagi bagi orang yang berusia lanjut menbumbuhkan rasa rendah diri dan kemarahan, yaitu perasaan yang tidak menunjang  proses penyesuaian sosial seseorang. Busse dan Pfeifer mengatakan ‘’adalah hal yang sulit untuk mempertahankan identitas positif seseorang jika tiang tiang yang diperlukan untuk identitas peran seseorang telah hilang.
4.                  Penyesuaian yang buruk
Orang usia lanjut secara tidak proporsional menjadi subjek bagi masalah emosional dan mental yang berat. Insiden psikopatologi timbul seiring dengan bertambahnya usia. Gangguan fungsional keadaan depresi dan paranoid terus bertambah sama sepeti penyakit otak setelah berusia 60 tahun. Kasus bunuh diri juga meningkat seiring dengan usia , dan jumlah kasus bunuh diri paling sering dilakukan oleh pria kulit putih.
Karakteristik masa tua
Menurut Butler dan Lewis (1983) serta Aiken (1989) terdapat berbagai karakteristik lansia yang bersifat positif. Beberapa di antaranya adalah:
a.                   Keinginan untuk meninggalkan warisan
b.                  Fungsi sebagai seseorang yang dituakan
c.                   Kelekatan dengan objek-objek yang dikenal
d.                  Perasaan tentang siklus kehidupan
e.                   Kreativitas
f.                   Rasa ingin tahu dan kejutan (surprise)
g.                  Perasaan tentang penyempurnaan atau pemenuhan kehidupan, dll.

C.    Perkembangan Pada Masa Tua
1. Perkembangan  Fisik
Perkembangan fisik pada masa lansia terlihat pada perubahan perubahan fisiologis yang bisa dikatakan mengalami kemunduran, perubahan perubahan biologis yang dialami pada masa lansia yang terlihat adanya kemunduran tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan terhadap kondisi psikologis.
Perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut, membawa penurunan fisik yang lebih besar dibandingkan dengan periode periode usia sebelumnya. Kita akan mencatat rentetan perubahan perubahan dalam penurunan fisik yang terkait dengan penuaan, dengan penekanan pentingnya perkembangan perkembangan baru dalam penelitian proses penuaan yang mencatat bahwa kekuatan tubuh perlahan lahan menurun dan hilangnya fungsi tubuh kadangkala dapat diperbaiki.
Terdapat sejumlah perubahan fisik yang terjadi pada periode lansia menurut Elida Prayitno yaitu:
a.     Perubahan fisik bukan lagi pertumbuhan tetapi pergantian dan perbaikan sel-sel   
    tubuh.
b.    Pertumbuhan dan reproduksi sel-sel menurun.
c.     Penurunan Dorongan Seks.
            Pada umumnya perubahan pada masa lansia meliputi perubahan dari tingkat selsampai kesemua sistem organ tubuh, diantaranya system pernafasan,pendengaran, penglihatan, kardiovaskuler, sistem pengaturan tubuh,muskuloskeletal, gastrointestinal, genito urinaria, endokrin dan integumen.
a.                   Sistem pernafasan pada lansia.
     Kapasitas pernafasan pada lansia akan menurun pada usia 20 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru paru kehilangan elatisitasnya, dada menyusut, dan diafragma melemah.Meskipun begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut dapat memperbaiki fungsi paru paru dengan latihan latihan memperkuat diafragma.
b.      Perubahan Sistem persyarafan.
1.      Cepatnya menurunkan hubungan persyarafan.
2.      Lambat dalam merespon dan waktu untuk berfikir.
3.      Mengecilnya syaraf panca indera.
4.      Berkurangnya penglihatan, hilangnya pendengaran, mengecilnya syaraf pencium &
perasa lebih sensitif terhadap perubahan suhu dengan rendahnya ketahanan terhadap  dingin.
5.         Otak dan sistem syaraf
Aspek yang signifikan dari proses penuaan mungkin adalah bahwa neuron neuron itu tidak mengganti dirinya sendiri. Meskipun demikian otak dapat cepat sembuh dan memperbaiki kemampuannya, hanya kehilangan sebagian kecil dari kemampuannya untuk bisa berfungsi di masa dewasa akhir.
6.         Perkembangan Sensori.
Perubahan sensori fisik masa dewasa akhir melibatkan indera     penglihatan,pendengaran, perasa, pembau, dan indera peraba. Pada masa dewasa akhir penurunan indera penglihatan bisa mulai dirasakan dan terjadi mulai awal masa dewasa tengah. Adaptasi terhadap gelap lebih menjadi lambat, yang berarti bahwa orang rang lanjut usia membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kembali penglihatan mereka ketika keluar dari ruangan yang terang menuju ke tempat yang agak gelap.
c.       Perubahan panca indera yang terjadi pada lansia.
   Ciri – ciri perubahan pada indra masa lansia salahsatunya sekresi saliva berkurang mengakibatkan pengeringan rongga mulut. Papil-papil pada permukaan lidah mengalami atrofi sehingga terjadi penurunan sensitivitas terhadap rasa terutama rasa manis dan asin. Keadaan ini akan mempengaruhi nafsu makan, dan dengan demikian asupan gizi juga akan terpengaruh. Keadaan ini mulai pada usia 70 tahun. Perubahan indera penciuman, penglihatan dan pendengaran juga mengalami penurunan fungsi seiring dengan bertambahnya usia.
Pada usia lanjut fungsi seluruh organ penginderaan kurang mempunyai sensitivitas dan efisiensi kerja dibandingkan yang dimiliki oleh orang yang lebih mudah. Bagaimanapun juga perubahan indera berlangsung secara lambat dan bertahap.Maka setiap individu mempunyai kesempatan untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahan tersebut.
d.         Perubahan cardiovaskuler pada usia lanjut.
Tidak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. Bagaimanapun, kita mengetahui bahwa ketika sakit jantung tidak muncul, jumlah darah yang dipompa sama tanpa mempertimbangakan usia pada masa dewasa. Kenyataannya para ahli penuaan berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas meningkat bukan menurun.
e.       Sistem genito urinaria.
  • Ginjal, Mengecil dan nephron menjadi atropi, aliran darah ke ginjal menurun sampai 50 %, penyaringan diglomerulo menurun sampai 50 %, fungsi tubulus berkurang akibatnya kurangnya kemampuan mengkonsentrasi urin, berat jenis urin menurun proteinuria ( biasanya + 1 ) ; BUN meningkat sampai 21 mg % ; nilai ambang ginjal terhadap glukosa meningkat.
  • Vesika urinaria / kandung kemih, Otot otot menjadi lemah, kapasitasnya menurun sampai 200 ml atau menyebabkan frekwensi BAK meningkat, vesika urinaria susah dikosongkan pada pria lanjut usia sehingga meningkatnya retensi urin.
  • Pembesaran prostat ± 75 % dimulai oleh pria usia diatas 65 tahun.
  • Atropi vulva
  • Vagina, Selaput menjadi kering, elastisotas jaringan menurun juga permukaan   menjadi halus, sekresi menjadi berkurang, reaksi sifatnya lebih alkali terhadap perubahan warna.
  • Daya sexual, Frekwensi sexsual intercouse cendrung menurun tapi kapasitas untuk melakukan dan menikmati berjalan terus.
f.       Sistem endokrin / metabolik pada lansia.
·       Produksi hampir semua hormon menurun.
·       Fungsi paratiroid dan sekesinya tak berubah.
·       Pituitary, Pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah dan hanya ada di pembuluh darah dan berkurangnya produksi dari ACTH, TSH, FSH dan LH.
·       Menurunnya aktivitas tiriod Ù BMR turun dan menurunnya daya pertukaran zat, dll
g.      Perubahan sistem pencernaan pada usia lanjut.
·       Kehilangan gigi, Penyebab utama adanya periodontal disease yang biasa terjadi setelah umur 30 tahun, penyebab lain meliputi kesehatan gigi yang buruk dan gizi yang buruk.
·       Indera pengecap menurun, Adanya iritasi yang kronis dari selaput lendir, atropi indera pengecap (± 80 %), hilangnya sensitivitas dari syaraf pengecap dilidah terutama rasa manis, asin, asam & pahit.
·       Esofagus melebar, dan lain-lain.
h.      Perubahan sistem reproduksi.
1.         Perubahan sistem reprduksi.
·         Selaput lendir vagina menurun/kering.
·         Menciutnya ovarium dan uterus.
·         Atropi payudara.
·         Testis masih dapat memproduksi meskipun adanya penurunan secara     berangsur berangsur.
·         Dorongan sex menetap sampai usia diatas 70 tahun, asal kondisi kesehatan baik.
Masa berhentinya reproduksi keturunan (klimaterik) pada pria datang belakangan dibandingkan masa menopause pada wanita. Dan memerlukan masa yang lebih lama, pada umumnya ada penurunan potensi  seksual pada masa enam puluh tahun usianya.
            Klimaterik pada pria mempunyai dua efek umum.Pertama, terjadi penyusutan atau penurunan cirri cirri seks sekunder, minsalnya perubahan suara, titik nada suara meninggi dan kekerasan otot secara umum menurun menjadi lembek.
            Yang kedua klimaterik pada pria terjadi yang dapat mempengaruhi fungsi seksual. Walaupun potensi seksual telah berkurang,tetapi tidak berarti keinginan seksualnya berkurang.

2.                  Perkembangan kognitif
Kemerosoton fungsi kognitif pada masa tua,pada umumnya memang merupakan sesuatu yang tidak dapat di elakkan  karena disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penyakit kekacauan otak (Alzheimer) atau karena kecemasan dan depresi. Akan tetapi hal ini bukan berarti bahwa keterampilan kognitif tidak bisa bisa di pertahankan dan di tingkatkan. Kunci untuk memilihara keterampilan kognitif terletak pada tingkat pemberian beberapa rangsangan intelektual .oleh karena itu,orang tua sebenarnya sangat membutuhkan suatu lingkungan perangsang dalam rangka mengasah dan memilihara keterampilan keterampilan kognitif mereka serta mengantisipasi terjadinya kepikunan.
3.                  Perkembangan emosi
Memasuki masa tua, sebagian besar lanjut usia kurang siap menghadapi dan menyikapi masa tua tersebut, sehingga menyebabkan para lanjut usia kurang dapat menyesuaikan diri dan memecahkan masalah yang dihadapi (Widyastuti, 2000). Munculnya rasa tersisih, tidak dibutuhkan lagi, ketidak ikhlasan menerima kenyataan baru seperti penyakit yang tidak kunjung sembuh, kematian pasangan, merupakan sebagian kecil dari keseluruhan perasaan yang tidak enak yang harus dihadapi lanjut usia.
Hal – hal tersebut di atas yang dapat menjadi penyebab lanjut usia kesulitan dalam melakukan penyesuaian diri. Bahkan sering ditemui lanjut usia dengan penyesuaian diri yang buruk. Sejalan dengan bertambahnya usia, terjadinya gangguan fungsional, keadaan depresi dan ketakuatan akan mengakibatkan lanjut usia semakin sulit melakukan penyelesaian suatu masalah. Sehingga lanjut usia yang masa lalunya sulit dalam menyesuaikan diri cenderung menjadi semakin sulit penyesuaian diri pada masa-masa selanjutnya.
Yang dimaksud dengan penyesuaian diri pada lanjut usia adalah kemampuan orang yang berusia lanjut untuk menghadapi tekanan akibat perubahan perubahan fisik, maupun sosial psikologis yang dialaminya dan kemampuan untuk mencapai keselarasan antara tuntutan dari dalam diri dengan tuntutan dari lingkungan, yang disertai dengan kemampuan mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan– kebutuhan dirinya tanpa menimbulkan masalah baru.
Pada orang – orang dewasa lanjut atau lanjut usia, yang menjalani masa pensiun dikatakan memiliki penyesuaian diri paling baik merupakan lanjut usia yang sehat, memiliki pendapatan yang layak, aktif, berpendidikan baik, memiliki relasi sosial yang luas termasuk diantaranya teman – teman dan keluarga, dan biasanya merasa puas dengan kehidupannya sebelum pensiun (Palmore, dkk, 1985). Orang – orang dewasa lanjut dengan penghasilan tidak layak dan kesehatan yang buruk, dan harus menyesuaikan diri dengan stres lainnya yang terjadi seiring dengan pensiun, seperti kematian pasangannya, memiliki lebih banyak kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan fase pensiun (Stull & Hatch, 1984).
Penyesuaian diri lanjut usia pada kondisi psikologisnya berkaitan dengan dimensi emosionalnya dapat dikatakan bahwa lanjut usia dengan keterampilan emosi yang berkembang baik berarti kemungkinan besar ia akan bahagia dan berhasil dalam kehidupan, menguasai kebiasaan pikiran yang mendorong produktivitas mereka. Orang yang tidak dapat menghimpun kendali tertentu atas kehidupan emosinya akan mengalami pertarungan batin yang merampas kemampuan mereka untuk berkonsentrasi ataupun
untuk memiliki pikiran yang jernih.
Ohman & Soares (1998) melakukan penelitian yang menghasilkan kesimpulan bahwa sistem emosi mempercepat sistem kognitif untuk mengantisipasi hal buruk yang mungkin akan terjadi. Dorongan yang relevan dengan rasa takut menimbulkan reaksi bahwa hal buruk akan terjadi. Terlihat bahwa rasa takut mempersiapkan individu untuk antisipasi datangnya hal tidak menyenangkan yang mungkin akan terjadi. Secara otomatis individu akan bersiap menghadapi hal-hal buruk yang mungkin terjadi bila muncul rasa takut. Ketika individu memasuki fase lanjut usia, gejala umum yang nampak yang dialami oleh orang lansia adalah “perasaan takut menjadi tua”. Ketakutan tersebut bersumber dari penurunan kemampuan yang ada dalam dirinya.Kemunduran mental terkait dengan penurunan fisik sehingga mempengaruhi kemampuan memori, inteligensi, dan sikap kurang senang terhadap diri sendiri.
Ditinjau dari aspek yang lain respon-respon emosional mereka lebih spesifik, kurang bervariasi, dan kurang mengena pada suatu peristiwa daripada orang-orang muda. Bukan hal yang aneh apabila orang-orang yang berusia lanjut memperlihatkan tanda-tanda kemunduran dalam berperilaku emosional; seperti sifat-sifat yang negatif, mudah marah, serta sifat-sifat buruk yang biasa terdapat pada anak-anak.
Orang yang berusia lanjut kurang memiliki kemampuan untuk mengekspresikan kehangatan dan persaan secara spontan terhadap orang lain. Mereka menjadi kikir dalam kasih sayang. Mereka takut mengekspresikan perasaan yang positif kepada orang lain karena melalui pengalaman-pengalaman masa lalu membuktikan bahwa perasaan positif yang dilontarkan jarang memperoleh respon yang memadai dari orang-orang yang diberi perasaan yang positif itu. Akibatnya mereka sering merasa bahwa usaha yang dilakukan itu akan sia-sia. Semakin orang berusia lanjut menutup diri, semakin pasif pula perilaku emosional mereka.
4.                  Perkembangan sikap social
Pendapat klise tentang usia lanjut mempunyai pengaruh yang besar terhadap sikap social baik terhadap usia lanjut. Dan karena kebanyakan pendapat klise tersebut tidak menyenangkan, maka sikap social  tampaknya cendrung menjadi tidak efektif. Arti penting tentang sikap social terhadap usia lanjut yang tidak menyenangkan mempengaruhi cara mereka memperlakukan usia lanjut. Sikap social yang tidak menyenangkan terhadap usia lanjut ,dalam kebudayaan amerika dewasa ini hamper bersifat universal , tetapi mereka cendrung bersifat rasial yang lebih kuat dibandingkan kelompok rasial dan kelas social tertentu dibandingkan klompok lain lain.
Akibat berkurangnya fungsi indera pendengaran, penglihatan, gerak fisik dan sebagainya maka muncul gangguan fungsional atau bahkan kecacatan pada lansia.Misalnya badannya menjadi bungkuk, pendengaran sangat berkurang, penglihatan kabur dan sebagainya sehingga sering menimbulkan keterasingan.Hal itu sebaiknya dicegah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas, selama yang bersangkutan masih sanggup, agar tidak merasa terasing atau diasingkan.
Karena jika keterasingan terjadi akan semakin menolak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan kdang-kadang terus muncul perilaku regresi seperti mudah menangis, mengurung diri, mengumpulkan barang-barang tak berguna serta merengek-rengek dan menangis bila ketemu orang lain sehingga perilakunya seperti anak kecil.
D.    Bahaya Bahaya Pada Masa Usia Lanjut
Pada beberapa waktu disepanjang kehidupan seseorang terdapat bahaya serius yang lebih potensial sehingga proses penyesuaian pribadi dan social tidak dapat dilakukan secara baik pada usia lanjut. Sebagian dari masalah ini disebabkan oleh karena menurunnya kemampuan mental orang yang berusia lanjut lebih mudah diserang oleh bahaya potensial dibandingkan pada usia sebelumnya.
a.                  Bahaya fisik
Seluruh bahaya yang bersifat umum terhadap kesehatan fisik pada usia muda tidak hanya menyerang orang berusia lanjut tetapi proporsi pengaruhnya terhadap individual lebih besar.
Tanda tanda bahaya fisik yang umum pada usia lanjut  antara lain sebagai berikut :
a.                   Penyakit dan hambatan fisik
Orang berusia lanjut biasanya banyak terserang gangguan sirkulasi darah, gangguan dalam system metabolisme, gangguan yan g melibatkan mental, gangguan pada persendian penyakit tumor baik yang tidak berbahaya maupun yang menular, sakit jantung, remtik,encok, pandangan dan pendengaran berkurang, tekanan darah tinggi, kondisi mental, dan saraf tergannggu.
b.      Kurang gizi
Penyakit kurang gizi pada usia lanjut lebih banyak disebabkan oleh factor pengaruh psikologi disbanding sebab ekonomi. Pengarug psikologi yang terbesar adalah hilangnya selera karena rasa takut dan depresi mental, tidak ingin makan sendirian, dan tidak ingin makan karena merasa curiga senbelumnya.Bahkan pada waktu makanan yang dikonsumsi kurang bermutu dan kurang jumlahnya, banyak orang berusia lanjut yang tidak memperoleh gizi cukup dari makanannya, karena tidak diserap tubuh yang disebabkan oleh gangguan system kelenjar endokrin yang tidak berfungsi seperti dahulu.
c.       Mengendurnya kemampuan social
Hilangnya kemampuan social atau sikap yang tidak menyenangkan hubungan seksualpada usia lanjut banyak mempengaruhi orang usia lanjut seperti halnya kehilangan emosi yang mempengaruhi anak kecil. Orang yang kehidupan perkawinannya bahagia dapatmenyebabkan hidupnya lebih sehat dan lebih lama dibandingkan pasangan, atau mereka yang kehidupan seksualnya tidak aktif.
d.      Kecelakaan
Orang yang berusia lanjut biasanya lebih mudah terkena kecelakaan dibandingkan orang yang lebih muda. Bahkan walaupun kecelakaan ini tidak fatal, dapat menyebabkan seseorang yang berusia lanjut dapat jatuh, karena mungkin disebabkan oleh gangguan lingkungan atau kepala pusing , kondisi yang lemah, dan gangguan penglihatan merupakan penyebab kecelakaan yang paling umum  bagi wanita yang berusia lanjut. Adapun pria berusia lanjut  sering memperoleh kecelakaan yang disebabkan karena mengandarai kendaraan atau ditabrak mobil pada saat berjalan.
  1. Bahaya psikologis
Orang yang berusia lanjut menerima klise tentang kebudayaan.adapun bahaya psikologis yaitu pertama, mereka menerima kepercayaan tradisional dan pendapat klise tentang kebudayaan dari suatu usia. Yang kedua, perasaan rendah diri dan tidak enak yang dating bersamaan dengan perubahan perubahan fisik. Perubahan dalam pola kehidupan,  bahya psikologis yang ktiga adalah usia lanjut perlu menetapkan pola hidup yang berbeda dengan keadaan masa lalu dan cocok dengan kondisi usia lanjut. Bahaya psikologis yang keempat adalah kecurigaan atau realisasi bahwa penurunan mental sudah mulai terjadi. Bahya psikologis yang kelima, perasaan bersalah karena mereka tidak bekerja sedang orang lain masih bekerja, bahya psikologis yang keenam, akibat dari kurangnya pendapatan, bahaya psikologis ketujuh, pelepasan berbagai kegiatan social.

BAB III
PENUTUP
A.                Kesimpulan
Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa ini dimulai dari umur 60 tahun sampai meninggal, yang ditandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun.
Proses menua (lansia) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Karena pada dasarnya manusia tidak kekal pasti ada perubahan setiap detinya, menit, jam bahkan bulan dan tahun.


Daftar Pustaka

F.J. Monk dkk, Psikologi Perkembangan, Yogyakarta : Gadjah Mada Universty Press, 2004
Hurlock Elizabeth B., Psikologi Perkembangan:Suatu Pendekatan Sepanjang Rentan Kehidupan, Jakarta: Erlangga, 1992.
Jahja, Yudrik ,Psikologi Perkembangan,Jakarta: Kencana, 2011
Desmita, Psikologi Perkembangan, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2009

http://yuliakusumadewi.wordpress.com/2012/03/12/makalah-perkembangan-lansia
Jika anda berkenan, berilah komentar yang bersifat positif dan membangun..!!!
Reaksi:

1 comment:

Komentar anda marupakan motivasi buat penulis...