Sunday, 25 October 2015

Definisi Meditasi

Meditasi berasal dari bahasa Ingris "Medition" yang diucapkan dalam bahasa Indonesia menjadi "Meditasi" atau juga memiliki pengertian focus conciouness on one thing, atau upaya pemusatan secara serius kepada obyek tertentu.

Dalam istilah yoga disebut DHYANA, dalam tradisi China disebut Siu Lan, sedangkan dalam bahasa sangsekerta disebut SAMADHI (SEMEDI). Dalam pengertian Islam (Tasawuf), istilah meditasi juga identik  dengan Tafakur/Dzikir/Tawajjuh.

Meditasi disamping bermanfaat untuk ketenangan jiwa, kesehatan juga memiliki efek dan mengaktifkan Tenaga Dalam/ Inner Power seseorang atau merupakan bonus dari hasil pengolahan laku Meditasinya.

Istilah "Tenaga Dalam" itu sendiri banyak pula yang keliru dalam memahaminya, bahkan ada dari mereka yang menyatakan "Tenaga Dalam" itu identik berteman dengan mahluk halus.

Cukup banyak para peneliti tentang Tenaga Dalam itu sendiri, yang ternyata sangat ilmiah dan ditemukan istilah yang bermacam-macam seperti: Prana, merupakan kekuatan universal di alam yang dihubungkan dengan nafas atau pernafasan dan kekuatan ini ada pada manusia, hewan dan tanaman. Penelitian Prof. Kirlian menerangkan tentang adanya AURA atau energi manusia yang memancar diseluruh tubuhnya dan memancarkan berbagai macam warna. Begitu juga dikenalnya dengan istilah CAKRA, yakni pusat atau stasiun energi yang mempengaruhi sistem saraf. Bahkan sekitar tahun 1980-an istilah Tenaga Dalam telah dapat diilmiahkan oleh para pakar dinegeri ini dengan istilah Bioelektrik yang berasal dari tiap sel-sel manusia (Inner Power).

Hening, diam, tidak ada gerakan, tidak ada ambisi, mata terpejam, dll. Adalah salah satu gambaran dari seseorang yang memusatkan konsentrasi pada saat bermeditasi, yang jelas bukan tidur. Para praktisi psikologi menyatakan bahwa tidur merupakan proses psikologi yang tidak mungkin dikurangi atau ditambah menurut kehendak kita dan bukanlah sekedar beristirahatnya tubuh, tetapi juga suatu proses beristirahatnya aspek-aspek non fisik, yakni: Psikis, pikiran, perasaan, dan seluruh aspek psikis.

Dalam latihan meditasi ada yang menggunakan pernafasan paling halus atau lebih dikenal dengan "Pernafasan Sutra" yang penarikan dan pengeluaran nafasnya melalui hidung, karena hidung mempunyai filter yang dapat mencegah partikel-partikel yang tidak seharusnya masuk ke sistem pernafasan.

Perhatikan diri kita, ada sesuatu hal yang menarik dengan ritme pernafasan kita, yaitu pada saat marah, stress, ketakutan, dan terburu-buru, keragu-raguan , tak sabar, dan sikap mental lainnya, ternyata pernafasan kita tidak teratur atau tersengal-sengal dan dalam kondisi demikian maka jika direkam dengan alat medis yang bernama EEG, maka akan menunjukkan rekaman gelombang otak yang kacau atau tidak teratur.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa manusia yang bernafas 16-20 kali/menit, EEG menunjukkan gelombang otak yang mudah stress, gampang tersinggung, suka marah, dan menunjukkan sikap refleksi negatif lainnya, serta secara fisik juga menunjukkan mudahnya terserang penyakit disfungsional seperti darah rendah, maag, sakit Jantung, diabetes, sesak nafas, dan alergi.

Sedangkan mereka yang dalam bernafasnya 4 kali/menit. Hasil EEG menunjukkan teraturnya gelombang otak yang ada atau disebut "Otak pada gelombang "ALPHA". Dan secara mental orang tersebut menunjukkan kesabarannya, tidak mudah stress, dan terserang penyakit. 
sumber : http://www.mustikahati.com/2013/03/definisi-meditasi.html
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda marupakan motivasi buat penulis...